Penting! Ketahui Gejala Gizi Buruk yang Terjadi pada Anak

Pengukuran LILA pada Balita (flickr.com)

Anak memerlukan asupan nutrisi dan gizi yang cukup, terutama pada usia balita yang sedang berada di fase pertumbuhan. Jika asupan nutrisi dan gizi anak tidak terpenuhi, maka anak bisa mengalami masalah kesehatan yang berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya.

Permasalahan terkait gizi buruk juga berpotensi dalam meningkatkan angka kematian dan kejadian stunting pada anak. Gizi buruk tidak dapat langsung terjadi pada anak, sehingga ketika anak telah terdiagnosa mengalami gizi buruk berarti anak telah kekurangan berbagai zat gizi pada jangka waktu yang cukup lama.

Gizi buruk dapat dideteksi sedini mungkin dengan melihat pertumbuhan berat dan tinggi badan anak. Namun, sebagai orang tua yang baik, penting untuk mengetahui gejala gizi buruk pada anak agar dapat mengantisipasinya. Simak informasi lebih lengkap tentang gejala gizi buruk di artikel ini!

Gejala Gizi Buruk Pada Balita

Biasanya gejala yang paling terlihat yaitu berat dan tinggi badan anak yang jauh di bawah rata-rata. Selain dilihat dari berat dan tinggi badan, anak gizi buruk juga memiliki Lingkar Lengan Atas (LILA) < 11, 5 cm. 

Menurut Bagan Tatalaksana Anak Gizi Buruk, gejala gizi buruk pada anak dapat dibagi berdasarkan tingkat keparahan komplikasinya. Berikut gejala gizi buruk berdasarkan komplikasinya:

  1. Gizi Buruk Tanpa Komplikasi
  • Anak terlihat sangat kurus
  • Mengalami edema/pembengkakan ringan, pada kedua punggung tangan atau kaki
  • Berat Badan/Tinggi Badan <-3SD 
  • LILA <11,5 cm (untuk anak usia 6-59 bulan dan 
  • Nafsu makan baik 
  • Tidak mengalami komplikasi medis
  1. Gizi Buruk dengan Komplikasi
  • Anak terlihat sangat kurus 
  • Mengalami edema pada seluruh bagian tubuh
  • Berat Badan/Tinggi Badan < -3 SD 
  • LILA < 11,5 cm (untuk anak usia 6-59 bulan) 
  • Mengalami salah satu atau lebih dari komplikasi medis berikut : anoreksia, pneumonia berat, anemia berat, dehidrasi berat, demam sangat tinggi, penurunan kesadaran 

Cara Mencegah Gizi Buruk pada Anak

Kamu bisa mencegah kejadian gizi buruk pada anak bahkan dari saat masa kehamilan dengan memperbaiki pola makan dan mengonsumsi tablet tambah darah. Kemudian ketika anak telah lahir, jangan lupa untuk memberikan ASI Eksklusif hingga usia anak 2 tahun.

Itu dia beberapa gejala gizi buruk pada anak. Agar dapat mendeteksi gizi buruk sedini mungkin, jangan lupa untuk selalu memantau tumbuh kembang anak di posyandu terdekat dan berilah anak makanan bergizi seimbang.

Kemenkes RI. Buku Saku Pencegahan dan tata Laksana Gizi Buruk pada Balita di Layanan Rawat Jalan bagi tenaga Kesehatan. Jakarta : Kemenkes RI; 2020.

Bagan Tatalaksana Anak Gizi Buruk, http://repo.stikesperintis.ac.id/1086/1/2%20Bagan%20Tata%20Laksana%20anak%20gizi%20Buruk%20buku%201.pdf

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *